
New Beginnings: Embracing Parenthood in Naval Life
FluentFiction - Indonesian
Loading audio...
New Beginnings: Embracing Parenthood in Naval Life
Sign in for Premium Access
Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.
Senja mulai turun di Pangkalan Angkatan Laut Tanjung Uban.
Twilight began to descend on the Pangkalan Angkatan Laut Tanjung Uban.
Suara ombak lembut memecah di pantai, sementara suara tawa dan musik terdengar dari kejauhan.
The gentle sound of waves broke on the beach, while laughter and music could be heard from afar.
Cahaya warna-warni lampu dekorasi memantul indah di permukaan laut yang tenang.
The colorful glow of decorative lights beautifully reflected on the calm sea surface.
Malam itu, pangkalan penuh dengan kebahagiaan menyambut malam Tahun Baru.
That night, the base was filled with joy welcoming the New Year's Eve.
Di tengah keramaian, Rina berdiri sambil memandangi laut.
Amidst the crowd, Rina stood gazing at the sea.
Angin sepoi-sepoi musim panas mengusap lembut wajahnya.
The gentle summer breeze softly caressed her face.
Pikiran Rina jauh melayang, lebih dari sekadar pesta malam itu.
Rina's mind wandered far, beyond just the evening's festivities.
Dia baru saja mengetahui berita besar yang akan mengubah hidupnya.
She had just learned big news that would change her life.
Rina hamil.
Rina was pregnant.
Dia merasa campur aduk antara kegembiraan dan kecemasan.
She felt a mix of excitement and anxiety.
Sebagai seorang perwira angkatan laut yang berdedikasi, Rina selalu mengutamakan karirnya.
As a dedicated naval officer, Rina had always prioritized her career.
Dia memiliki ambisi besar dan baru saja mendapat promosi yang dia dambakan.
She had big ambitions and had just received a coveted promotion.
Namun dalam hatinya, ada keinginan untuk membangun sebuah keluarga.
Yet in her heart, there was a desire to build a family.
Rina tahu bahwa keputusan yang dia buat sekarang akan mempengaruhi kedua impian tersebut.
Rina knew that the decision she made now would affect both dreams.
Di sisi lain pangkalan, Adi, pasangannya yang penuh kasih, sibuk memeriksa peralatan kapal.
On the other side of the base, Adi, her loving partner, was busy checking the ship's equipment.
Sebagai seorang insinyur kelautan, pekerjaannya juga menuntut sebagian besar waktunya.
As a marine engineer, his work also demanded most of his time.
Rina takut Adi belum siap menghadapi perubahan besar ini.
Rina feared that Adi was not ready to face this significant change.
Rina memutuskan untuk menghubungi Maya, sahabat dekat dan teman sejawatnya yang selalu jujur dan bersemangat.
Rina decided to contact Maya, her close friend and colleague who was always honest and enthusiastic.
Mereka berdua berjalan menyusuri dermaga.
The two of them walked along the dock.
Rina akhirnya menceritakan semuanya.
Rina finally shared everything.
"Maya, aku hamil," kata Rina dengan suara bergetar.
"Maya, I'm pregnant," said Rina with a trembling voice.
Maya berhenti sejenak, matanya membelalak karena terkejut.
Maya paused for a moment, her eyes wide with surprise.
Lalu, senyum lebar muncul di wajahnya.
Then, a broad smile appeared on her face.
"Rina, itu berita yang luar biasa!
"Rina, that's amazing news!
Tapi, apa yang kamu rencana?
But, what are your plans?"
"Rina menarik napas dalam-dalam.
Rina took a deep breath.
"Aku tidak tahu, Maya.
"I don't know, Maya.
Aku takut ini akan mempengaruhi karirku.
I'm afraid this will affect my career.
Dan aku belum tahu bagaimana cara memberitahu Adi.
And I don't know how to tell Adi."
"Maya merangkul Rina.
Maya embraced Rina.
"Kamu harus percaya pada dirimu sendiri, Rina.
"You have to trust yourself, Rina.
Bagikan berita ini dengan Adi.
Share this news with Adi.
Biarkan dia tahu bahwa kalian berdua bisa menghadapi ini bersama.
Let him know that you both can face this together."
"Malam itu, saat suara kembang api mulai menggema di udara, Rina dan Adi berdiri berdua di tepi pantai.
That night, as the sound of fireworks began to echo in the air, Rina and Adi stood together at the edge of the beach.
Cahaya bulan purnama menerangi wajah mereka.
The full moonlight illuminated their faces.
Rina merasa ini adalah waktu yang tepat.
Rina felt it was the right time.
"Adi, aku punya sesuatu yang penting untuk diberitahukan," kata Rina sambil menggenggam erat tangan Adi.
"Adi, I have something important to tell you," said Rina, gripping Adi's hand tightly.
Adi memandangnya dengan penuh perhatian.
Adi looked at her attentively.
"Apapun itu, aku ada di sini untukmu.
"Whatever it is, I'm here for you."
"Rina menghembuskan napas pelan.
Rina exhaled slowly.
"Aku hamil, Adi.
"I'm pregnant, Adi."
"Sekilas, Adi terdiam.
For a moment, Adi was silent.
Namun kemudian wajahnya berseri-seri, dan dia memeluk Rina erat.
But then his face lit up, and he hugged Rina tightly.
"Ini berita terbaik yang pernah aku dengar!
"This is the best news I've ever heard!"
" katanya dengan semangat.
he said enthusiastically.
"Kita akan menjadi keluarga.
"We're going to become a family."
"Di bawah langit malam yang penuh kembang api, Rina dan Adi berdiri berdekapan, penuh harapan dan kegembiraan.
Under the night sky filled with fireworks, Rina and Adi stood embracing, full of hope and joy.
Rina menyadari bahwa hidup tidak selalu tentang rencana yang matang, tetapi juga tentang menghadapi hal-hal tak terduga dengan keberanian dan cinta.
Rina realized that life was not always about well-laid plans, but also about facing the unexpected with courage and love.
Mereka mulai memikirkan masa depan, menyusun cara untuk menyelaraskan karir dan membangun keluarga.
They began to think about the future, finding ways to balance their careers and build a family.
Rina belajar untuk mempercayai instingnya dan menerima kejutan kehidupan dengan hati terbuka.
Rina learned to trust her instincts and embrace life's surprises with an open heart.
Di malam Tahun Baru itu, diiringi gemerlap cahaya dan suara sorak sorai, Rina menemukan keseimbangan baru antara impiannya di dunia karir dan keinginannya untuk sebuah keluarga yang hangat.
On that New Year's Eve, accompanied by sparkling lights and cheers, Rina found a new balance between her career dreams and her desire for a warm family.