FluentFiction - Indonesian

Finding Serenity and Connection Beyond Borobudur Carvings

FluentFiction - Indonesian

20m 24sJanuary 2, 2026
Checking access...

Loading audio...

Finding Serenity and Connection Beyond Borobudur Carvings

1x
0:000:00

Sign in for Premium Access

Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.

View Mode:
  • Hujan baru saja berhenti ketika Dewi menginjakkan kakinya di candi megah Borobudur.

    The rain had just stopped when Dewi set foot at the majestic Borobudur temple.

  • Langit berwarna kelabu, tetapi suasana candi terlihat damai.

    The sky was gray, but the atmosphere at the temple appeared peaceful.

  • Aroma tanah basah dan dedaunan yang segar memenuhi udara.

    The smell of wet earth and fresh leaves filled the air.

  • Dewi datang ke sini untuk mencari ketenangan setelah hubungan yang kandas.

    Dewi came here to seek tranquility after a relationship had ended.

  • Perasaan hatinya masih kacau, dan dia berharap tempat ini bisa memberinya kedamaian.

    Her heart was still in turmoil, and she hoped this place could bring her peace.

  • Di sisi lain candi, Arif, seorang mahasiswa arsitektur, sedang mengagumi kemegahan ukiran batu yang terkenal itu.

    On the other side of the temple, Arif, an architecture student, was admiring the grandeur of the famous stone carvings.

  • Dia tengah mengumpulkan inspirasi untuk tesisnya tentang arsitektur Asia Tenggara.

    He was gathering inspiration for his thesis on Southeast Asian architecture.

  • Arif, dengan penuh rasa ingin tahu, berharap menemukan lebih dari sekadar bahan untuk tulisannya; dia ingin memahami semangat di balik bangunan ini.

    Arif, with great curiosity, hoped to find more than just materials for his writing; he wanted to understand the spirit behind this building.

  • Sementara itu, Yusuf, seorang pemandu lokal, sedang mengatur upacara penyucian akhir tahun.

    Meanwhile, Yusuf, a local guide, was organizing the year-end purification ceremony.

  • Banyak orang sudah berkumpul untuk mengikuti ritual ini, termasuk Dewi yang merasa ritual ini bisa membantunya memulai hidup baru.

    Many people had already gathered to participate in this ritual, including Dewi, who felt the ritual could help her start a new life.

  • Yusuf yang ramah dan bijak melihat kedewasaan dalam diri Dewi dan semangat pada Arif.

    Yusuf, who was friendly and wise, saw maturity in Dewi and enthusiasm in Arif.

  • Dia berharap keduanya dapat menemukan sesuatu di tempat bersejarah ini.

    He hoped both of them could find something in this historic place.

  • Suasana di candi semakin ramai.

    The atmosphere at the temple became more crowded.

  • Dewi berdiri di salah satu sisi, berusaha menghindari percakapan dengan orang-orang di sekitarnya.

    Dewi stood on one side, trying to avoid conversations with the people around her.

  • Namun, Arif melihatnya dan merasa tertarik.

    However, Arif saw her and felt intrigued.

  • Arif mendekati Dewi dan mencoba memulai percakapan.

    Arif approached Dewi and tried to start a conversation.

  • "Indah sekali ya, tempat ini?" tanya Arif dengan senyum.

    "This place is really beautiful, isn't it?" asked Arif with a smile.

  • Dewi ragu sejenak.

    Dewi hesitated for a moment.

  • Hatinya masih tertutup, namun ada sesuatu dalam mata Arif yang mengundang.

    Her heart was still closed, but there was something in Arif's eyes that was inviting.

  • "Iya, benar sekali," jawab Dewi pelan.

    "Yes, it truly is," Dewi replied softly.

  • Mereka mulai melakukan percakapan kecil, membicarakan tentang candi dan makna di balik ukirannya.

    They began a small conversation, discussing the temple and the meaning behind its carvings.

  • Meskipun awalnya Dewi menjaga jarak, kebaikan hati dan cara pandang Arif perlahan membuatnya merasa nyaman.

    Although initially Dewi kept her distance, Arif's kindness and perspective slowly made her feel comfortable.

  • Namun, rasa takut untuk membuka diri masih ada.

    However, the fear of opening up still lingered.

  • Ketika waktu menunjuk pukul tengah malam, ritual upacara penyucian pun dimulai.

    When the time reached midnight, the purification ceremony began.

  • Semua peserta menutup mata, merasakan air yang mengalir membasuh tubuh dan jiwa mereka.

    All the participants closed their eyes, feeling the water flow over their bodies and souls.

  • Dewi merasa bahwa ini adalah saat untuk melepaskan penyesalan dan kesedihan.

    Dewi felt this was the moment to release regret and sadness.

  • Dia membiarkan air membasuh perasaannya, membawanya menuju ketenangan.

    She let the water wash over her feelings, leading her towards peace.

  • Setelah ritual selesai, Dewi merasa lebih ringan.

    After the ritual was over, Dewi felt lighter.

  • Arif, yang juga merasakan kekuatan spiritual itu, tersenyum padanya.

    Arif, who also felt the spiritual power, smiled at her.

  • "Apakah kamu merasa lebih baik?" tanya Arif dengan lembut.

    "Do you feel better?" asked Arif gently.

  • Dewi mengangguk, "Iya, ternyata penyucian ini memberi banyak arti dalam hidupku."

    Dewi nodded, "Yes, it turns out this purification means a lot in my life."

  • Kehangatan dan pengertian yang Arif tunjukkan membuat Dewi merasa berani membuka hatinya.

    The warmth and understanding that Arif showed made Dewi feel brave enough to open her heart.

  • Mereka duduk di salah satu sudut candi, berdiskusi hingga pagi menjelang.

    They sat in one corner of the temple, discussing until morning came.

  • Arif mendengarkan cerita Dewi dengan penuh perhatian, menghargai setiap kata.

    Arif listened to Dewi's stories attentively, appreciating every word.

  • Ketika matahari pagi menerangi candi, Dewi merasa yakin bahwa dia bisa memulai babak baru dalam hidupnya.

    When the morning sun lit up the temple, Dewi felt confident that she could begin a new chapter in her life.

  • Keakraban dengan Arif memberikan cahaya baru yang sebelumnya tak pernah dia lihat.

    The closeness with Arif provided a new light she had never seen before.

  • Dewi sadar, membuka hati pada pengalaman baru tidaklah seberat yang dia kira.

    Dewi realized that opening her heart to new experiences wasn't as daunting as she thought.

  • Hari itu, di Candi Borobudur, Dewi dan Arif memulai perjalanan baru—sebuah hubungan yang dimulai dari detik-detik penyucian jiwa.

    That day, at Borobudur Temple, Dewi and Arif began a new journey—a relationship that started from the moments of spiritual purification.

  • Seiring waktu, baik dalam penelitian Arif maupun kehidupan pribadi Dewi, mereka menemukan apa yang selama ini mereka cari: pemahaman dan hubungan yang tulus.

    Over time, both in Arif's research and Dewi's personal life, they found what they had been seeking: understanding and a genuine connection.