FluentFiction - Indonesian

Rekindling Bonds: A Sibling's Journey Amidst Bali's Serenity

FluentFiction - Indonesian

18m 00sJanuary 2, 2026
Checking access...

Loading audio...

Rekindling Bonds: A Sibling's Journey Amidst Bali's Serenity

1x
0:000:00

Sign in for Premium Access

Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.

View Mode:
  • Gemuruh air terjun terdengar dari jauh, mengiringi denting kecil gamelan yang dimainkan di sekitar Pura Air Bali.

    The roar of the waterfall was audible from afar, accompanying the gentle chimes of the gamelan being played around the Pura Air Bali.

  • Dekorasi meriah menyambut Galungan, hari raya besar di Bali.

    Festive decorations welcomed Galungan, a major holiday in Bali.

  • Pura itu dikelilingi pepohonan hijau yang subur, menambah kesan damai.

    The Pura was surrounded by lush green trees, adding to the peaceful impression.

  • Di bawah terik matahari musim panas, dua saudara, Adi dan Maya, melangkah perlahan menuju pura.

    Under the scorching summer sun, two siblings, Adi and Maya, stepped slowly toward the pura.

  • Adi, dengan langkah hati-hati, merasakan beban berat di hatinya.

    Adi, with careful steps, felt a heavy burden on his heart.

  • Bertahun-tahun dia dan Maya terpisah.

    For years, he and Maya had been apart.

  • Luka lama masih terasa.

    Old wounds still lingered.

  • Dia skeptis.

    He was skeptical.

  • Bisakah hubungan mereka diperbaiki?

    Could their relationship be repaired?

  • Maya, di sisi lain, tampak ceria.

    Maya, on the other hand, seemed cheerful.

  • Dia menyimpan harapan besar untuk hari ini.

    She held high hopes for today.

  • Dia ingin meminta maaf dan memulai kembali bersama Adi.

    She wanted to apologize and start anew with Adi.

  • Di tengah keramaian, mereka berhenti di tepi kolam suci pura.

    Amidst the crowd, they stopped at the edge of the sacred pool of the pura.

  • Air mengalir lembut, menciptakan suasana hening.

    Water flowed gently, creating a serene atmosphere.

  • Adi menatap Maya dengan mata bertanya-tanya.

    Adi looked at Maya with questioning eyes.

  • "Kenapa sekarang?" pikirnya.

    "Why now?" he thought.

  • Namun, Maya, dengan senyum tulus, memecah kebisuan.

    However, Maya, with a sincere smile, broke the silence.

  • “Adi, aku menyesal atas apa yang terjadi dulu,” katanya lembut, suaranya hampir tenggelam oleh suara air.

    “Adi, I regret what happened in the past,” she said softly, her voice almost drowned by the sound of the water.

  • “Aku tidak mengerti bagaimana rasamu selama ini.

    “I didn’t understand how you felt all this time.

  • Tapi, aku ingin kita bisa kembali seperti dulu.”

    But, I want us to be like we used to be.”

  • Hati Adi berdebar.

    Adi's heart pounded.

  • Kata-kata Maya membangkitkan kenangan lama.

    Maya's words stirred old memories.

  • “Tidak mudah, Maya.

    “It’s not easy, Maya.

  • Ada banyak yang belum terkatakan.”

    There's a lot that's still unsaid.”

  • Maya mengangguk.

    Maya nodded.

  • Dia tahu perjalanan ini panjang.

    She knew this journey was long.

  • “Aku tidak akan memaksamu.

    “I won’t force you.

  • Tapi aku harap kita bisa mulai sedikit demi sedikit,” ucap Maya yakin.

    But I hope we can start slowly,” Maya said surely.

  • Ada harapan di matanya.

    There was hope in her eyes.

  • Harapan akan kesempatan kedua.

    Hope for a second chance.

  • Ritual di pura dimulai.

    The ritual at the pura began.

  • Warga berdatangan dengan bunga dan persembahan.

    The locals arrived with flowers and offerings.

  • Aura sakral menyelimuti tempat itu.

    A sacred aura enveloped the place.

  • Di tengah aktivitas ritual, Adi merasa tergerak.

    Amidst the ritual activities, Adi felt moved.

  • Keindahan sekitar dan nuansa perayaan membuat hatinya lebih lembut.

    The surrounding beauty and the festive atmosphere softened his heart.

  • “Aku ingin mencoba,” kata Adi tiba-tiba, napasnya berat tetapi pasti.

    “I want to try,” Adi said suddenly, his breath heavy but certain.

  • “Kita bisa mulai pelan-pelan.

    “We can start slowly.

  • Tapi aku butuh waktu, Maya.”

    But I need time, Maya.”

  • Maya tersenyum, matanya berbinar.

    Maya smiled, her eyes sparkling.

  • “Aku di sini untukmu, Kak.

    “I’m here for you, brother.

  • Selalu,” ucapnya mantap, memberinya rasa tenang yang baru.

    Always,” she said firmly, giving him a new sense of calm.

  • Bersama, mereka menyaksikan ritual dengan perasaan baru.

    Together, they watched the ritual with a renewed feeling.

  • Rasa saling pengertian mulai tumbuh.

    A sense of mutual understanding began to grow.

  • Hari itu, di Pura Air Bali yang indah, dua saudara itu memulai awal yang baru.

    That day, in the beautiful Pura Air Bali, the two siblings embarked on a new beginning.

  • Mereka tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah.

    They knew this journey would not be easy.

  • Namun, dengan kesabaran dan niat yang baik, mereka percaya bisa membangun kembali hubungan mereka, langkah demi langkah.

    However, with patience and good intentions, they believed they could rebuild their relationship, step by step.

  • Galungan ini bukan hanya merayakan kemenangan dharma, tetapi juga menjadi titik terang bagi Adi dan Maya dalam memulai kembali.

    This Galungan was not just about celebrating the victory of dharma, but also a beacon for Adi and Maya to start anew.