FluentFiction - Indonesian

Unity in Crisis: Weathering the Storm with Tradition

FluentFiction - Indonesian

19m 46sJanuary 4, 2026
Checking access...

Loading audio...

Unity in Crisis: Weathering the Storm with Tradition

1x
0:000:00

Sign in for Premium Access

Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.

View Mode:
  • Di salah satu sudut perumahan sederhana di Yogyakarta, hujan deras mengguyur tanpa henti.

    In one corner of a modest housing area in Yogyakarta, heavy rain poured incessantly.

  • Jalan-jalan sempit yang dipenuhi tanaman tropis mulai terendam, mempersulit setiap aktivitas warga.

    The narrow streets filled with tropical plants began to flood, complicating every resident's activities.

  • Di rumah sederhana bercat hijau, Rina tampak cemas.

    In a simple house painted green, Rina appeared anxious.

  • Putranya, Bayu, terbaring lemah di kamar dengan wajah pucat dan demam tinggi.

    Her son, Bayu, lay weak in his room with a pale face and high fever.

  • "Mungkin ini demam berdarah," pikir Rina sambil meraba dahi Bayu yang panas.

    "Maybe this is dengue fever," Rina thought as she felt Bayu's hot forehead.

  • Kekhawatiran makin memenuhi benaknya.

    Her anxiety grew.

  • Ia tahu betapa parahnya demam berdarah jika tidak segera ditangani.

    She knew how severe dengue fever could be if not treated immediately.

  • Namun, banjir membuat akses ke klinik menjadi sulit.

    However, the flood made access to the clinic difficult.

  • Selain itu, banyak tetangga juga melaporkan kehabisan stok obat di apotek.

    Additionally, many neighbors also reported running out of medicine supplies at the pharmacy.

  • Di tengah kebingungannya, Iman, tetangga sekaligus sahabat lama Rina, datang berkunjung.

    In the midst of her confusion, Iman, a neighbor and longtime friend of Rina, came to visit.

  • "Rina, bagaimana keadaan Bayu?

    "How is Bayu doing, Rina?"

  • " tanya Iman dengan nada lembut.

    asked Iman gently.

  • Rina menghela napas panjang.

    Rina sighed deeply.

  • "Demamnya tinggi sekali, Iman.

    "His fever is very high, Iman.

  • Aku khawatir.

    I'm worried."

  • "Melihat kecemasan Rina, Iman segera berpikir.

    Seeing Rina's anxiety, Iman quickly thought.

  • "Aku punya beberapa ramuan tradisional.

    "I have some traditional remedies.

  • Mungkin bisa membantu menurunkan demamnya sementara," usul Iman.

    Maybe they can help bring down his fever temporarily," suggested Iman.

  • Rina ragu.

    Rina hesitated.

  • Ia menginginkan Bayu mendapatkan perawatan medis yang tepat.

    She wanted Bayu to receive proper medical care.

  • Namun, kondisi banjir membuat segalanya serba mustahil.

    However, the flood conditions made everything almost impossible.

  • Ditengah gemuruh hujan, suara Bayu terdengar lemah memanggil ibunya.

    Amid the rumble of the rain, Bayu's weak voice was heard calling his mother.

  • "Bu, kepalaku pusing sekali," keluhnya.

    "Mom, my head feels really dizzy," he complained.

  • Rina semakin panik melihat Bayu menggigil dengan wajah merah padam.

    Rina panicked even more seeing Bayu shivering with a flushed red face.

  • Iman menepuk pundak Rina dengan tegas.

    Iman patted Rina's shoulder firmly.

  • "Kita coba dulu, ya.

    "Let's try it first.

  • Sambil menunggu jalan agak surut, siapa tahu bisa membantunya.

    While waiting for the water to recede a bit, it might help him," Iman insisted.

  • " Rina akhirnya setuju.

    Rina finally agreed.

  • Dia tahu dia harus bertindak cepat.

    She knew she had to act fast.

  • Iman segera mempersiapkan ramuan dari daun jambu, jeruk nipis, dan madu.

    Iman immediately prepared a remedy made from guava leaves, lime, and honey.

  • Di dapur yang sempit dan berawan aroma pedesaan, Rina membantu Iman memasak ramuan tersebut.

    In the small kitchen with a rural aroma, Rina helped Iman cook the concoction.

  • Sementara itu, tetangga lain yang mendengar situasi Bayu ikut datang membawa tambahan bahan-bahan alami yang bisa digunakan.

    Meanwhile, other neighbors who heard about Bayu's situation came bringing additional natural ingredients that could be used.

  • Dalam hitungan menit, ramuan siap saji.

    In a matter of minutes, the remedy was ready.

  • Rina menyuapi Bayu dengan sabar, berharap panas badannya segera turun.

    Rina patiently spoon-fed Bayu, hoping his fever would drop soon.

  • Warga yang lain pun berdoa agar Bayu segera membaik.

    Other residents also prayed for Bayu to get better quickly.

  • Malam itu, kerjasama dan kearifan lokal menghangatkan hati semua orang yang menyaksikannya.

    That night, the spirit of cooperation and local wisdom warmed the hearts of everyone witnessing it.

  • Beberapa jam kemudian, Bayu tampak lebih tenang, meski demamnya masih ada.

    A few hours later, Bayu seemed calmer, although his fever was still there.

  • Namun, Rina merasa lebih lega melihat Bayu bisa tertidur dengan tenang.

    However, Rina felt more relieved seeing Bayu able to sleep peacefully.

  • Ketika matahari pagi mengusik balik awan mendung, kabar baik datang.

    When the morning sun gently disturbed the overcast sky, good news arrived.

  • Sebuah klinik bergerak yang semalam tertahan banjir kini bisa masuk ke area perumahan mereka.

    A mobile clinic that had been held up by the flood the night before could now enter their housing area.

  • Dokter segera memeriksa Bayu dan memberikan perawatan yang tepat.

    A doctor immediately examined Bayu and provided the appropriate care.

  • Dalam hati, Rina berterima kasih pada Iman dan semua tetangga yang telah membantunya melewati malam menegangkan itu.

    In her heart, Rina thanked Iman and all the neighbors who had helped her through that tense night.

  • Dia kini sadar, bahwa di balik kesederhanaan dan keterbatasan, selalu ada kekuatan dalam kebersamaan.

    She now realized that behind the simplicity and limitations, there is always strength in togetherness.

  • Dengan semangat gotong royong dan bantuan dari sekeliling, setiap masalah jadi terasa lebih ringan.

    With the spirit of gotong royong and help from those around, every problem feels lighter.

  • Rina pun menjadi lebih percaya pada kemampuan lingkungan dan tradisi lokal dalam menghadapi segala tantangan.

    Rina also became more confident in the ability of her community and local traditions to face any challenges.