FluentFiction - Indonesian

Reunion in the Rain: Reza and Putri's Unfinished Story

FluentFiction - Indonesian

17m 50sJanuary 14, 2026
Checking access...

Loading audio...

Reunion in the Rain: Reza and Putri's Unfinished Story

1x
0:000:00

Sign in for Premium Access

Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.

View Mode:
  • Hujan mengguyur deras di komunitas mewah itu.

    The rain poured heavily in that luxurious community.

  • Pohon-pohon tinggi berbaris di sepanjang jalan, daun-daunnya meneteskan air hujan yang tiada henti.

    Tall trees lined the streets, their leaves dripping with endless rainwater.

  • Aroma tanah basah menyebar di udara, menciptakan suasana yang melankolis.

    The scent of wet earth spread through the air, creating a melancholic atmosphere.

  • Reza, seorang insinyur sipil yang pendiam, biasa menghabiskan harinya di rumahnya yang nyaman.

    Reza, a quiet civil engineer, usually spent his days in his cozy home.

  • Pintu rumahnya tertutup rapat, menghalangi dunia luar.

    The door to his house was tightly closed, shutting out the outside world.

  • Namun, hari itu, sebuah surat tiba dan mengguncang ketenangannya.

    However, that day, a letter arrived and shook his calm.

  • Surat itu datang dari Putri, teman lama yang sudah lama hilang.

    The letter came from Putri, a long-lost friend.

  • Isinya membawa Reza kembali ke masa lalu, mengingat momen-momen yang telah ia kubur dalam-dalam.

    Its content brought Reza back to the past, recalling moments he had buried deep.

  • Reza duduk di dekat jendela, membaca kembali kata-kata dalam surat itu.

    Reza sat by the window, rereading the words in the letter.

  • Ada rasa kehilangan yang menggapai hatinya.

    There was a sense of loss that touched his heart.

  • Dia tahu ada sesuatu yang belum terselesaikan antara mereka.

    He knew there was something unresolved between them.

  • Tetapi rasa takut membuatnya ragu.

    But fear made him hesitate.

  • Rasa takut terhadap kerapuhan dirinya sendiri, takut menghadapi kebenaran yang telah lama ia hindari.

    Fear of his own vulnerability, fear of facing the truth he had long avoided.

  • Di bawah pohon tua yang menjulang, Reza mengambil keputusan.

    Underneath a towering old tree, Reza made a decision.

  • Dia akan menghadapi masa lalunya.

    He would face his past.

  • Mencari Putri dan melihat ke mana surat ini akan membawanya.

    He would find Putri and see where this letter would lead him.

  • Hari berikutnya, Reza melangkah keluar dari rumah.

    The next day, Reza stepped out of his house.

  • Langit mendung dan air hujan kembali turun membasahi jalan.

    The sky was overcast, and the rain started pouring down again, wetting the road.

  • Ketika dia tiba di gerbang komunitas, dia membungkuk di bawah tenda darurat.

    When he arrived at the community gate, he bent under an emergency tent.

  • Angin kencang menerbangkan sisa kehujanan di wajahnya.

    Strong winds blew the lingering rain onto his face.

  • Di sana, Putri sudah menunggu.

    There, Putri was already waiting.

  • Baju mereka basah, namun mereka terlindungi dari hujan di bawah tenda.

    Their clothes were wet, but they were sheltered from the rain under the tent.

  • Wajah Putri terlihat bimbang namun penuh harap.

    Putri's face looked anxious yet hopeful.

  • Mereka berdua saling menatap, berusaha menemukan percikan dari kenangan lama.

    They both gazed at each other, trying to find a spark from old memories.

  • Reza menarik nafas panjang.

    Reza took a deep breath.

  • "Putri," ucapnya.

    "Putri," he said.

  • "Terima kasih telah menghubungi.

    "Thank you for reaching out.

  • Ada banyak yang ingin aku katakan.

    There is so much I want to say."

  • "Putri tersenyum, meski air mata tampak bercampur dengan tetesan hujan di pipinya.

    Putri smiled, even though tears seemed mixed with raindrops on her cheeks.

  • "Aku juga, Reza.

    "Me too, Reza.

  • Aku ingin kita mulai kembali, meski sebagai teman.

    I want us to start over, even if just as friends."

  • "Obrolan mereka tertahan oleh derasnya hujan, namun hatinya mulai terasa lebih ringan.

    Their conversation was muffled by the pouring rain, but their hearts began to feel lighter.

  • Reza menyadari bahwa menghidupkan kembali hubungan yang sesungguhnya memberikan kedamaian di hatinya.

    Reza realized that rekindling a genuine relationship brought peace to his heart.

  • Mereka bicara panjang lebar, saling mendengar dan mengerti.

    They talked at length, listening to and understanding each other.

  • Ketika hujan akhirnya reda, mereka sepakat untuk melanjutkan persahabatan mereka.

    When the rain finally stopped, they agreed to continue their friendship.

  • Tidak ada beban masa lalu yang menggantung, hanya rasa persabahabatan yang tulus.

    No burdens of the past hung over them, only a sincere sense of camaraderie.

  • Reza pulang ke rumah dengan hati yang lebih terbuka.

    Reza returned home with a more open heart.

  • Dia belajar untuk tidak lagi takut menghadapi kelemahannya.

    He learned not to fear facing his weaknesses anymore.

  • Dia belajar merangkul emosi dan hubungan dengan orang lain, menemukan kenyamanan dalam keterbukaan dan kejujuran.

    He learned to embrace emotions and relationships with others, finding comfort in openness and honesty.

  • Dan itu, bagi Reza, adalah awal dari babak baru yang indah dalam hidupnya.

    And that, for Reza, was the beginning of a beautiful new chapter in his life.