
Rainy Reflections: An Old Warehouse Sparks New Beginnings
FluentFiction - Indonesian
Loading audio...
Rainy Reflections: An Old Warehouse Sparks New Beginnings
Sign in for Premium Access
Sign in to access ad-free premium audio for this episode with a FluentFiction Plus subscription.
Hujan deras mengguyur kota.
The heavy rain pours over the city.
Langit kelabu.
The sky is gray.
Dewi melangkah hati-hati menuju gudang tua yang sudah lama ditinggalkan.
Dewi steps carefully toward the old warehouse that has long been abandoned.
Gudang itu dulu tempat bermainnya bersama Rizal, sahabat masa kecilnya.
That warehouse once was her playground with Rizal, her childhood friend.
Tempat itu penuh kenangan.
The place is full of memories.
Sekarang, gudang itu sepi dan hampa, hanya dihiasi oleh suara tetesan air yang menetes dari atap.
Now, the warehouse is empty and hollow, only adorned by the sound of water droplets dripping from the roof.
Dewi menarik nafas dalam-dalam.
Dewi takes a deep breath.
Bau semen basah dan kayu lapuk memenuhi udara.
The smell of wet cement and rotten wood fills the air.
Dia teringat masa kecilnya, saat dunia seolah lebih sederhana.
She remembers her childhood when the world seemed simpler.
Perasaan rindu menyusup dalam dadanya.
A feeling of longing creeps into her chest.
"Ayo, Dewi!
"Come on, Dewi!"
" Suara Riyal membangunkannya dari lamunan.
Rizal's voice awakens her from her daydream.
Rizal sudah menunggunya di dalam, di sudut yang lebih kering.
Rizal is already waiting for her inside, in a drier corner.
Mereka duduk di lantai, menghindar dari genangan air hujan.
They sit on the floor, avoiding the puddles of rainwater.
"Ingat tempat ini?
"Remember this place?"
" tanya Rizal dengan senyum.
asks Rizal with a smile.
"Tentu saja," jawab Dewi.
"Of course," replies Dewi.
"Kita biasa bermain petak umpet di sini.
"We used to play hide and seek here.
Sekarang semuanya berbeda.
Now everything's different."
""Ya," kata Rizal, menatap sekeliling.
"Yeah," says Rizal, looking around.
"Tapi kita bisa membuat kenangan baru.
"But we can create new memories.
Aku punya sebuah rencana, Dewi.
I have a plan, Dewi.
Bisnis kecil-kecilan.
A small business.
Aku ingin kamu jadi bagian dari itu.
I want you to be a part of it."
"Dewi terdiam.
Dewi falls silent.
Pikiran tentang masa depan yang belum jelas membuatnya ragu.
Thoughts about the uncertain future make her hesitant.
Dia ingin perubahan tetapi juga takut.
She wants change, but she is also afraid.
Apakah ini keputusan yang benar?
Is this the right decision?
Tiba-tiba, hujan semakin deras.
Suddenly, the rain falls even harder.
Air mulai merembes lebih banyak dari atap.
More water starts seeping from the roof.
Rizal mengajak Dewi pindah ke sudut yang lebih aman, tempat mereka dulu sering bersembunyi.
Rizal invites Dewi to move to a safer corner, a place they often hid before.
Tempat itu lebih kering dan terasa lebih nyaman.
That spot is drier and feels more comfortable.
Dewi menarik napas dalam.
Dewi takes a deep breath.
Di sini, di bawah siraman hujan, dia merasakan sebuah kehangatan yang familiar.
Here, under the rain's shower, she feels a familiar warmth.
Persahabatan mereka, meskipun lama tak bertemu, masih kuat.
Their friendship, despite the long separation, remains strong.
"Dewi, aku tahu ini menakutkan.
"Dewi, I know it's scary.
Aku juga merasakannya," ujar Rizal lembut.
I feel it too," says Rizal gently.
"Tapi kita bisa hadapi bersama.
"But we can face it together.
Seperti dulu, saat kita menaklukkan 'monster' di gudang ini.
Like before, when we conquered the 'monsters' in this warehouse."
"Dewi tersenyum kecil.
Dewi gives a small smile.
Bagaimana mungkin dia melupakan kesenangan sederhana itu?
How could she forget such simple joys?
"Baiklah, Rizal.
"Alright, Rizal.
Aku akan coba.
I'll try.
Tapi pelan-pelan ya.
But take it slow, okay?"
"Rizal tersenyum lebar.
Rizal grins widely.
"Jangan khawatir.
"Don't worry.
Langkah kecil dulu.
Small steps first."
"Dewi mengangguk.
Dewi nods.
Kesepakatan itu terasa seperti memulai petualangan baru.
That agreement feels like the start of a new adventure.
Dia merasa sedikit lebih ringan, meski hujan terus mengguyur.
She feels slightly lighter, even as the rain continues to pour.
Ketidakpastian masih ada, tetapi kali ini ada harapan.
Uncertainty still exists, but this time there's hope.
Bersama Rizal, masa depan tampak tak lagi menakutkan.
With Rizal, the future no longer seems frightening.
Dengan itu, mereka berdiri.
With that, they stand up.
Hujan mendingin mengiringi mereka keluar gudang, menantikan cerita baru yang akan mereka tulis bersama.
The cooling rain accompanies them out of the warehouse, anticipating the new story they will write together.
Perubahan tidak selalu mudah, tapi mereka siap untuk mencoba.
Change isn't always easy, but they are ready to try.
Persahabatan mereka menjadi pijakan kokoh di tengah dunia yang terus berubah.
Their friendship becomes a solid footing in a world that keeps shifting.